Pengertian Zakat Binatang Ternak Hadist dan Cara Menghitungnya

Apa si pengertian zakat peternakan atau zakat binatang ternak? Zakat hewan/binatang ternak adalah salah satu jenis Zakat Maal yang mana zakat yang harus dikeluarkan atas binatang ternak yang dimiliki wajib zakat. Jenis dari binatang ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya, berupa hewan yang memiliki sifat subur dan bisa berkembang biak dengan jalan diternakan, seperti ternak unta, kerbau, sapi, kambing, domba, ayam, burung, jenis unggas lain, ikan.

zakat binatang ternak

Jenis Hewan ternak lainnya yang tidak kena wajib zakat berupa binatang ternak yang dijadikan sebagaiperhiasan atau digunakan tenaganya, seperti seperti kuda, keledai, dan khimar karena kuda sebagai tunggangan, perang, ataupun angkutan. Jadi apapun bentuk binatang ternaknya, jika dijadikan usaha budidaya agar bertambah banyak itu kena zakat, sedangkan binatang yang digunakan tenaganya atau sebagai perhiasan atau peliharaan kesayangan (pet) tidak kena zakat.

Hadist atau dasar hukum zakat ternak

Adapun hadist perintah untuk zakat binatang ternak, yakni  pada surat An-Nahl ayat 66, yang berbunyi:
 
وَإِنَّ لَكُمْ فِي الأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِ مِن بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ .لَّبَناً خَالِصاً سَآئِغاً لِلشَّارِبِينَ
Artinya:
“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya”. (QS. An-Nahl: 66).

 Syarat umum
  • Sampai Nishab.
  • Berlalu satu tahun.
  • Tenaganya tidak dipergunakan untuk produksi.
  • Digembalakan
Nisab jenis jenis ternak atau cara menghitung zakat hewan ternak

Zakat atas Unta
  •  1- 4 ekor tidak ada zakat
  • 5- 9 ekor seekor kambing
  • 10- 14 ekor dua ekor kambing
  • 15 -19 ekor tiga ekor kambing
  • 20 – 24 ekor empat ekor kambing
  •  25 -35 ekor seekor unta betina 1 tahun
  • 36 – 45 ekor seekor unta betina 2 tahun
  • 46 – 60 ekor seekor unta betina 3 tahun
  •  61-75 ekor seekor unta betina 4 tahun
  • 76-90 ekor 2 ekor unta betina 2 tahun
  • 91-120 ekor 2 ekor unta betina 3 tahun
  •  Setiap tambahan 50 unta seekor unta 3 tahun dan tambahan 40 unta  seekor unta 2 tahun
Zakat atas sapi dan kerbau
  • 30-39 ekor, zakatnya 1 ekor sapi jantan atau betina umur 1-2 tahun. Tidak ada tambahan lain hingga banyaknya mencapai 60 ekor.
  • 60-69 ekor, zakatnya 2 ekor sapi jantan umur 1-2 tahun.
  • 70-79 ekor, zakatnya 2 ekor sapi, 1 ekor betina berumur 2 tahun dan satu ekor jantan berumur 1 tahun.
  • 80-89 ekor, zakatnya 2 ekor sapi betina umur 2-3 tahun
  • Selanjutnya setiap bertambah 30 ekor sapi, zakatnya 1 ekor sapi jantan berumur 1 tahun lebih dan setiap bertambah 40 ekor maka zakatnya bertambah 1 ekor sapi betina berumur 2 tahun lebih.
Zakat atas doma dan kambing
  • 40-120 ekor, zakatnya ialah 1 ekor kambing
  • 121-200 ekor, zakatnya ialah 2 ekor kambing
  • 200-300 ekor, zakatnya ialah 3 ekor kambing betina.
  • Selanjutnya jika lebih dari 300 ekor, maka setiap 100, dikeluarkan 1 ekor kambing betina.
Binatang ternak tidak dipakai untuk bekerja

Maksud binatang ternak yang tidak dipakai untuk bekerja selain sapi, domba dan unta adalah unggas seperti ayam, bebek, kalkun, puyuh, burung dan puyuh, dan aneka jenis ikan. Pada intinya jenis jenis binatang ternak ini dapat berkembang dan diternakkan menjadi banyak. Mengenai perhitungan Nishab pada ternak unggas dan perikanan tidak diterapkan berdasarkan jumlah (ekor), sebagaimana halnya unta, sapi, dan kambing, melainkan dihitung berdasarkan skala usaha.

Nishab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 Dinar (1 Dinar = 4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas. Artinya bila seorang beternak unggas atau perikanan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki kekayaan yang berupa modal kerja dan keuntungan lebih besar atau setara dengan 85 gram emas murni, maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5 %.

Contoh cara menghitung zakat hewan ternak unggas dan ikan

harga emas 1 gram = 500.000 nisab = 85 gram X 500.000 = 42 500.000

Seorang peternak ayam broiler memelihara 2000 ekor ayam perminggu, pada akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sbb:

  1. Ayam broiler 10000 ekor seharga Rp 30.000.000
  2. Uang Kas/Bank setelah pajak Rp 20.000.000
  3. Stok pakan dan obat-obatan Rp 4.000.000
  4. Piutang (dapat tertagih) Rp 8.000.000
     Jumlah Rp 31.000.000
  5. Utang yang jatuh tempo Rp 10.000.000
     Saldo Rp 52.000.000
 
karena saldo lebih besar dari nisab (52.000.000> 42 500.000) maka peternak tersebut wajib membayar zakat sebesar= 2,5 % x Rp. 52.000.000 = Rp 1.300.000

Nah, demikian ulasan mengenai Pengertian Zakat Binatang Ternak Hadist dan Cara Menghitungnya, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber Pustaka :

http://pusat.baznas.go.id/zakat-peternakan/

https://id.wikipedia.org/wiki/Zakat_Hewan_Ternak 

Maghfiroh, Mamluatul. Zakat. Yogyakarta: PT. Pustaka Insan Madani, 2007.

Ulfah, Isnatin. Fiqih Ibadah. Ponorogo: STAIN PoPRESS, 2009

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Zakat Binatang Ternak Hadist dan Cara Menghitungnya "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel