Syarat dan Cara daftar Progam Asuransi Pertanian Jasindo

Kini petani padi tidak usah terlalu khawatir gagal panen, karena usaha tani padi kini bisa diasuransikan. Progam asuransi pertanian khususnya untuk usaha tani padi adalah progam pemerintah yang melindungi petani petani kecil di Indonesia merugi terlalu banyak akibat gagal panen karena berbagai hal. Asuransi pertanian sendiri masuk sebagai salah satu paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid III di sektor keuangan.

Pemerintah lewat Kementan secara resmi mengeluarkan program untuk mensubsidi asuransi budidaya tanaman padi, disingkat AUTP. AUTP adalah program asuransi yang bertujuan untuk menekan resiko usaha tani padi. Asuransi ini bisa diikuti oleh para petani atau buruh tani yang membudidayakan padi. Dalam pelaksanannya, Kementan menggandeng salah satu perusahaan pelat merah yakni PT Asuransi Jasa Indonesia atau JASINDO. PT Jasindo (Persero) ditunjuk sebagai penjamin asuransi tunggal bagi petani yang mengalami gagal panen.

Asuransi Pertanian syarat dan cara daftar asuransi usaha tani
Dengan penunjukan ini, Jasindo akan menerima kucuran premi asuransi dari pemerintah sebesar Rp 150 miliar. Dana ini dipakai untuk melindungi 6 juta hektar lahan petani jika gagal panen. Dana tersebut guna mencover kerugian petani yang gagal panen. Nantinya bagi petani yang ikut akan membayarkan premi sangat murah sebesar rRp. 36.000 per hektar  dalam satu kali musim tanam dengan nilai pertanggungan hingga Rp. 6 juta.

 Biaya asuransi murahini karena pemerintah mensubsidi premi sebanyak 80% dari total premi yang harus dibayar. Jadi hitung hitunganya begini :
  • ongkos/biaya budidaya padi sebesar Rp. 6.000.000 per hektar dalam satu kali musim tanam
  • Besar premi asuransi 3% dari ongkos produksi yakni sebesar Rp. 180.000
  • Premi disubsidi pemerintah sebesar 80% atau senilai Rp. 144.000
  • Petani membayar premi sebesar Rp. 36.000 per hektar
  • Nilai pertanggungan bila terjadi gagal panen hingga Rp. 6.000.000 per hektar
Dengan membayar premi sebesar anda bisa menikmati jaminan dari resiko resiko yang biasanya menjadi masalah petani pada umumnya, antara lain :
  • Jangka waktu pertanggungan satu kali musim mulai tanam hingga panen (4 bulan).
  • Resiko yang ditanggung antara lain bencana banjir, kekeringan, dan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) tertentu.
  • Tidak semua serangan OPT ditanggung, yang ditanggung antara lain serangan hama seperti ikus, wereng coklat, walang sangit, penggerek batang, ulat grayak. Sedangkan serangan penyakit antara lain blast, tungro, bercak coklat, busuk batang, kerdil hampa.
  • Klaim asuransi bisa diajukan apabila kerusakan akibat gagal panen mencapai 75%.
  • Perusahaan asuransi akan menilai besar kerugian klaim.
  • Pertanggungan dibayarkan selambat-lambatnya 14 hari sejak klaim diajukan.
Adapun syarat atau kriteria yang boleh mengikuti AUPT ini, yakni :
  1. Petani yang memiliki lahan sawah dan melakukan usaha budidayatanaman padi pada lahan paling luas 2 (dua) hektar.
  2. Petani penggarap yang tidak memiliki lahan usahatani dan menggarap lahan sawah paling luas 2 (dua) hektar. 
  3. Lokasi AUTP dilaksanakan pada sawah irigasi (irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi desa/sederhana, dan lahan rawa pasang surut/lebak yang telah memiliki sistem tata air yang berfungsi) dan lahan sawah tadah hujan yang tersedia sumber-sumber air (air permukaan dan air tanah), diprioritaskan pada :Wilayah sentra produksi padi dan atau wilayah penyelenggaraan Upsus padi dan Lokasi yang terletak dalam satu hamparan.
  4. Petani tergabung dalam kelompok Usaha tani
  Cara daftar asuransi Pertanian
Pendaftaran tidak bisa dilakuakn seorang diri, karena anda harus tergabung dalam kelompok tani. Calon peserta akan didata oleh Penyuluh atau petugas lapangan di kecamatan masing masing. Secara lengkap bisa anda baca langkah berikut ini :

  1. Tanaman padi yang dapat didaftarkan menjadi peserta asuransi harus tanaman padi maksimal berumur 30 hari, penilaian kelayakan menjadi peserta asuransi dilakukan oleh perusahaan asuransi pelaksana.
  2. Kelompok Tani dapat didampingi oleh petugas pertanian dalam mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan formulir yang telah disediakan (Form AUTP-2).
  3. Premi swadaya dibayarkan ke rekening asuransi pelaksana (penanggung) dan menyerahkan bukti pembayaran kepada asuransi pelaksana.
  4. Asuransi pelaksana memberikan bukti asli yang terdiri dari: (a) pembayaran premi swadaya (20%) dan (b) polis/sertifikat asuransi kepada kelompok tani.
  5. UPTD membuat rekapitulasi peserta asuransi (Form AUTP-3) berikut kelengkapannya (asli Form AUTP-1 dan Form AUTP-2) dan disampaikan ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk menjadi dasar keputusan penetapan Peserta Definitif (Form AUTP-3)
  6. Dinas Pertanian Kabupaten/Kota membuat Daftar Peserta Definitif (DPD) AUTP dengan memeriksa bukti pembayaran (asli) dari asuransi pelaksana. Selanjutnya, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota
    menyampaikan DPD dan fotokopi Form AUTP-1 dan Form AUTP-2 ke Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian dengan tembusan kepada Dinas Pertanian Provinsi 
  7. Dinas Pertanian Provinsi merekapitulasi DPD dari masing-masing Kabupaten/Kota dan menyampaikannya ke Ditjen Prasarana danSarana Pertanian (Form AUTP-4).
 Untuk mendapatkan Formulir pendaftaran dan beserta panduan lanjutan anda bisa download link dibawah ini :
Download Formulir dan panduan pendaftaran

Note : Formulir ada diakhir halaman.

Demikian ulasan mengenai pendaftaran asuransi untuk usaha tani untuk membantu para petani agar terhindar dari resko gagal panen. Semoga bermanfaat.
 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Syarat dan Cara daftar Progam Asuransi Pertanian Jasindo"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel