Perlukah Asuransi Jiwa untuk KPR? Ini Penjelasannya

Rumah sebagai aset berharga tinggi bagi keluarga yang memiliki fungsi tempat untuk hidup sehari hari adalah keinginan semua orang untuk memilikinya sendiri. Namun tidak semua orang diberi kesempatan mendapatkan secara langsung, karena harga membangunnya tidaklah murah. Salah satu jalan untuk memiliki rumah adalah kredit Pemilikan Rumah, KPR. Keuntungan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah lamanya jangka waktu pembayaran yang lama, Bahkan fasilitas ini mempersilakan nasabahnya untuk membayar cicilan hingga 25 tahun.

Asuransi Jiwa Kredit
Waktu yang panjang dalam mencicil kredit rumah tersebut tentu bukan suatu perjalanan yang mudah, karena musibah bisa saja datang menimpa anda sebagai debitur atau justru rumahnya. Untuk itu, sekarang KPR bekerja sama dengan Bank dan Perusahaan asuransi menawarkan asuransi jiwa kredit untuk para calon debitur agar dalam perjalanan melunasi kredit bisa mengcover musibah yang menimpa anda. 

Seberapa pentinglah memiliki asuransi jiwa ketika hendak  kredit rumah KPR?

Tentu penting, sebuah perlindungan jiwa selama masa kredit akan melindungi anda dari kerugian finansial, terutama keluarga yang ditinggalkan anda. Apalagi jika anda adalah tulang punggung keluarga, misal seorang ayah dalam keluarga, tentu sangat berat  jika suatu saat nanti ketika ditengah perjalanan beban kredit akan dilimpahkan kepada istri dan anak anak anda.

Asuransi jiwa kredit ditawarkan kepada calon nasabah tidak hanya melindungi debitur, namun melindungi rumah  secara fisik seperti kerusakan barang (asset) yang dibeli. Dalam kasus ini kerusakan (kebakaran, kerusakan karena adanya kerusuhan) atau kehilangan rumah. Tentu bisa menjadi perlindungan yang aman, karena musibah bisa datang kapan saja tanpa kabar. 

Jika rumah terbakar dan kebetulan tidak diasuransikan, belum tentu pemilik dapat langsung memperbaiki rumah tersebut. Mengingat perbaikan/renovasi rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan adanya asuransi anda bisa memanfaatkan claim asruansi jiwa itu untuk memperbaiki rumah anda hingga tuntas tanpa membenani keuangan anda secara mendadak.

Regulasi mengenai pentingnya asuransi kredit telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship. Pada pasal 1 angka 2 PMK 124/2008 disebutkan bahwa “Asuransi Kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.”

Calon debitur sebaiknya menimbang risiko dari kemungkinan gagal atau macet bayar angsuran KPR. Dengan asuransi jiwa KPR, kewajiban debitur yang meninggal dunia akan dilunasi oleh asuransi, sehingga pihak keluarga yang ditinggalkan tidak perlu menanggung beban utang KPR yang belum lunas tersebut. Jadi, ada dua keuntungan yang diperoleh yakni bank tidak merugi karena sisa angsuran KPR ditanggung asuransi dan di saat bersamaan rumah yang dibeli bersama suami dilunasi oleh asuransi.

Pahami Skema dalam Asuransi Kredit

Terdapat dua skema dalam kredit joint income, yaitu first to die, dan the last survivor. First to die merupakan skema kredit dengan asuransi jiwa yang akan membayar uang pertanggungan 100% apabila salah satu debitur meninggal dunia, entah itu suami ataupun istri.

Sedangkan the last survivor merupakan skema kredit dengan asuransi jiwa yang baru akan membayar klaim apabila kedua debitur meninggal dunia. Untuk skema kredit yang satu ini memang membebankan premi yang lebih murah dibandingkan first to die.


Demikian penjelasan mengenai pentinya asurnasi jiwa untuk KPR agar dalam perjalanan melunasi tidak ada kendala finansial yang menimpa anda. Anda bisa memilih asuransi iwa kredit yang bagus seperti BRI, sinarmas dan Bumi putera. Sekian, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perlukah Asuransi Jiwa untuk KPR? Ini Penjelasannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel