PPH Pasal 21 Terbaru : Contoh Soal dan Perhitungan PPh 21 Berdasarkan PER/16/PJ/2016

Berikut kami sampaikan mengenai Pajak Penghasilan Pasal 21 atau yang biasa disingkat PPh 21 terutama dalam hal tarif, besar PTKP(Penghasilan Tidak kena Pajak), Contoh soal dan Perhitungannnya berdasarkan peraturan baru yang berlaku saat ini yakni Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016. Peraturan terbit dengan atas dasar Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 dan No. 102/PMK.010/2016 mengenai Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) baru.

Awalnya perpajakan diatur dalam Undang undang Pajak Penghasilan dan Pelaksanannya, namun peraturan tersebut berubah ubah menyesuaikan zaman dari mulai peraturan presiden, mentri dan dirjen pajak, dan terbaru adalah Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016 sebagai keputusan final dalam pimpinan mentri keuangan sri mulyani era Jokowi.

Mengenal PPh 21

PPh pasal 21 adalah pasal dalam undang undang perpajakan mengenai besarnya pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri wajib dilakukan oleh:
  1. pemberi kerja yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai
  2. bendahara pemerintah yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan
  3. dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apa pun dalam rangka pensiun
  4. badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas
  5. penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan 
Dasar Pengenaan PPh pasal 21

Berdasarkan dasar pengenaan pajak adalah pegawai/karyawan/pekerja yang memiliki penghasilan mencapai lebih dari 4.500.000 per bulan. Dasar pengenaaan tersebut digunakan untuk perhitungan PPh 21 2016 yang juga disesuaikan dengan tarif PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) terbaru yang ditetapkan DJP. PTKP 2016 ( PTKP terbaru ) yang tercantum pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah sebagai berikut:
  1. Rp 54.000.000,- per tahun atau setara dengan Rp 4.500.000,- per bulan untuk wajib pajak orang pribadi.
  2. Rp   4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp    375.000,- per bulan tambahan untuk wajib pajak yang kawin (tanpa tanggungan).
  3. Rp   4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp    375.000,- per bulan tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus atau anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (orang) untuk setiap keluarga.
 Dengan beberapa perubahan dalam besarnya jumlah PTKP, maka perhitungannya pun berbeda, untuk menghitungnya anda bisa melihat contoh soal dan perhitungan PPh pasal 21 terbaru 2017.

Tarif PPh pasal 21 terbaru
  • WP dengan penghasilan tahunan sampai dengan Rp 50 juta adalah 5%
  • WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 50 juta - Rp 250 juta adalah 15%
  • WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 250 juta - Rp 500 juta adalah 25%
  • WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 500 juta adalah 30%
  • Untuk Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP, dikenai tarif pph 21 sebesar 20% lebih tinggi dari mereka yang memiliki NPWP.
Contoh Soal dan Perhitungan PPh pasal 21 No. 1 Secara Manual

Agus Muhlidun adalah karyawan pada perusahaan PT. Transcop Maju Mundur. Gaji yang diterima Agus per bulannya sebesar Rp 7.000.000,- belum termasuk tunjangan yang diberikan ketika lembur dan kegiatan tambahan lainnya.

PT. Transcop Maju Mundur mengikuti program pensiun dan BPJS Kesehatan. Perusahaan membayarkan iuran pensiun dari BPJS sebesar 1 % dari perhitungan gaji, iuran Jaminan Hari Tua (JHT) karyawannya setiap bulan sebesar 3% dari gaji.

Hitunglah PPH Agus pada bulan Mei 2017 yang juga menerima tunjangan sebesar Rp 2.000.000!


Jawaban 



Gaji Pokok

7.000.000,00
 +Tunjangan Lainnya (jika ada)

2.000.000,00
Penghasilan bruto (kotor)

8.000.000,00
Pengurangan


1. Biaya Jabatan: 5% x 8.000.000,00 = 400.000,00
400.000,00

2. Iuran JHT (Jaminan Hari Tua), 2% dari gaji pokok
160.000,00

3. JP (Jaminan Pensiun), 1% dari gaji pokok, jika ada
80.000,00



(640.000,00)
Penghasilan neto (bersih) sebulan

7.360.000,00



Penghasilan neto setahun 12 x 7.360.000,00


Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
54.000.000,00
 88.320.000,00


(54.000.000,00)
Penghasilan Kena Pajak Setahun

34.320.000,00
Pembulatan

34.320.000,00
PPh Terutang 


5% x 34.320.000,00

1.716.000,00



PPh Pasal 21 Bulan Mei = 2.478.000,00 : 12

143.000,00

Keterangan :

  • Tunjangan yang diberikan perusahaan dalam bulan saat itu termasuk dalam penghasilan bruto, sehingga dijumlahkan dengan gaji pokok.
  • Jaminan Hari Tua diperoleh dari , 2% x 8.000.000,00 = 160.000,00
  • Jaminan pensiunan doperoleh dari 1% x 8.000.000,00 = 80.000,00
  • PKP = PTKP-Penghasilan Neto
  • 5% adalah tarif PPh 21 yang berlaku
Untuk Perhitungan yang lebih jelasn, silakan kunjungi :  kalkualtor Excel PPh 21
atau versi 2

Anda juga bisa menghitung PPh 21 secaraotomatis melalui DJP online, Silakan baca :
Cara Hitung dan lapor PPh 21 Secara otomatis

Selalu update peraturan terbaru, karena peraaturan akan selalu berubah ubah menyesuaikan perkembangan zaman.

Demikian kiranya, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PPH Pasal 21 Terbaru : Contoh Soal dan Perhitungan PPh 21 Berdasarkan PER/16/PJ/2016"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel