Pengertian, Manfaat dan Dasar Hukum Asuransi Syariah

Ketika ada banyak masyarakat masih ragu mengenai produk asuransi prudential syariah haram atau halal lebih baik anda membaca penjelasan mengenai asuransi syariah secara lengkap dari mulai pengertian, manfaat serta ketentuannya. Jangan sampai anda mengkultuskan sesuatu hal dengan tabayun terlebih dulu, bisa jadi itu berakibat fitnah jika salah dan jika benar anda juga bisa gibah. Jadi lebih baik membaca secara detail agar bisa anda memahami dengan benar.

Pengertian, Manfaat dan Dasar Hukum Asuransi Syariah

Asuransi Prudential syariah adalah salah satu produk asuransi prudential yang dirancang demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan rencana keuangan masa depan sesuai dengan prinsip prinsp syariah islam. Produk asuransi syariah memang saat ini adalah asuransi cukup tinggi peminatnya di Indonesia, mengingat penduduk Indonesia mayoritas adalah Muslim. Alasan itu juga menjadi alasan PT Asuransi Life Indonesia meluncurkan produk syariah. Selain itu anggapan di masyarakat kalau di Bank adalah riba,
jadi ada keuntungan tersendiri dari munculnya asuransi prudential syariah.Sejak munculnya asuransi syariah pada 2007, sekarang sudah banyak yang bergabung jadi nasabahnya.

Hal yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah pada penggunaan azas dan akadnya.Asas yang digunakan asuransi syariah adalah asa risk sharing, sedangkan asuransi konvensional menggunakan risk transfer. Risk sharing adalah suatu konsep berbagi (sharing) resiko atau secara bersama-sama Para Peserta/Pemegang Polis bermufakat untuk saling menanggung resiko antar sesama.Peserta/Pemegang Polis atas musibah/jenis resiko sesuai kesepakatan yang dipertanggungkan , dengan cara menyisihkan/merelakan sebagian dari kontribusi/preminya yang kita kenal sebagai Tabarru’ untuk dikelola dalam ”Kumpulan Dana Tabarru’”sebagai cadangan klaim.

Untuk pengelolaan keuangan para Peserta/Pemegang Polis mempercayakanya pada Perusahaan Asuransi , dan atas jasanya tsb akan mendapatkan fee. Sehingga premi/kontribusi yang berasal dari. Pemegang Polis bukan hak Perusahaan Asuransi melainkan hak bersama para Peserta/PemegangPolis.Sebaliknya resiko/klaim yang timbul juga bukan tanggungan Perusahaan Asuransi. Maka sebagai ”Pemegang Amanah” Perusahaan Asuransi akan senantiasa mengelola secara transparant.

Berbeda dengan konsep risk transfer  yang selama ini kita kenal merupakan Asuransi Konvensional dimana Pemegang Polis/Tertanggung mentransfer resiko yang kemungkinan terjadi sesuai dengan jenis
pertanggungan yang diinginkan seperti ; meninggal dunia, kecelakaan, sakit, pendidikan dsb kepada Perusahaan Asuransi sebagai Penanggung yang akan membayar/menanggung santunan (Uang Pertanggungan ) bila terjadi musibah yang dipertanggungkan. Untuk transaksi pemindahan resiko diatas, maka Pemegang Polis/Tertanggung berkewajiban membayar sejumlah premi sesuai dengan hasil seleksi resiko yang ditetapkan oleh Perusahaan Asuransi. Perusahaan Asuransi berhak sepenuhnya atas premi tsb diatas
dan dengan sendirinya menjadi pendapatan bagi Perusahaan Asuransi.

Adapun akad yang membedakannya lagi, yakni :

  •  Apabila produk konvensional, dana yang disetor oleh nasabah diambilalih oleh perusahaan dan resiko nasabah akan ditanggung oleh perusahaan. Inilah yang tidak dibolehkan dalam islam karenamengandung Gharar yaitu ketidakpastian kapan resiko yang dialaminasabah akan terjadi.
  • Yang kedua dalam produk konvensional mengandung maisir yaitu judi atau untung-untungan, penjelasannya adalah karena resiko yang akan dialami nasabah tidak pasti kapan datangnya maka bisa menimbulkan kerugian di satu pihak dan keuntungan di lain pihak.
  • produk konvensional mengandung riba, karena portofolio dalam produk tersebut dana diinvestasikan ke dalam saham yang mungkin sajaproduknya diharamkan dalam islam seperti saham rokok, minuman keras,    dll. Lalu di sistem perbankan di investasikan ke dalam deposito bank konvensional.
Berbeda sekali dengan prinsip prinsip yang digunakan dalam asuransi
prudential syariah, seperti dibawah ini :
  1. Sistem asuransi itu harus dibangun atas dasar ta’awun (saling bantu), tolong menolong, saling menjamin, tidak berorentasi bisnis atau keuntungan materi semata.
  2. Sistem asuransi itu tidak boleh bersifat mu’awadhoh atau akad jual beli yang menguntungkan.
  3. Setiap anggota yang menyetor uangnya menurut jumlah yang telahditentukan, harus disertai dengan niatmembantu demi  menegakkanprinsip ukhuwah. Kemudian dari uang yang terkumpul itudiambillah sejumlah uang guna membantu orang yang sangat memerlukan.
  4. Tidak dibenarkan seseorang menyetorkan sejumlah kecil uangnya dengan tujuan supaya ia mendapat imbalan yang berlipat bila terkena suatu musibah. Akan tetepi ia diberi uang jamaah sebagai ganti atas kerugian itu menurut izin yang diberikan oleh jamaah.]
  5.  Apabila uang itu akan dikembangkan, maka harus diinvestasikan pada lembaga keuangan non ribawi. Tidak boleh dengan menggunakan sistembunga, melainkan dengan sistem bagi hasil (mudharabah atau murabahah).

  Adapun dasar hukum islam yang harus menjadi pedoman, antara lain :

        “Dan orang orang yang akan meninggal dunia diantaramu dan
        meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya,
        diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh
    pindah…”Al’quran surat Al Baqarah ayat 240,
    
        “Dan hendaklah takut kepada Alloh orang-orang yang seandainya
        meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka
        khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka…” Al’quran surat An
    Nisa ayat 9,
    
        Nabi Yusuf as, dicontohkan dalam Al quran membuatkan sistem proteksi
        menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan. Al’quran surat
    Yusuf ayat 49,

*Keuntungan dan Manfaat Asuransi Prudential Syariah*

 1. manfaat sakit kritiskecelakaan, rawat inap, dan lain-lain, sama
    dengan manfaat yang bisa diambil dalam asuransi prudential syariah.
 2. Shurplus sharing, jika ada kelebihan dana, dari klaim klaim yang
    digunakan dengan persyartan tidak akhir tahun, premi sudah dibayarkan

Demikianlah informasi mengenai asuransi prudential syariah dari mulai pengertian, prinsip dasar hukum dan manfaat yang didapatkan. Sekiansemoga membantu.

Sumber : Buku Fast start, PT Prudential Life Asuranse

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian, Manfaat dan Dasar Hukum Asuransi Syariah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel